Bertanya diri dan Apa itu Kerendahan Hati..



       Kemarin saya hanya menulis sedikit tentang mengenal diri..malam ini saya mencoba kembali untuk menulis mengenal diri dengan cara sering bertanya pada diri kita sendiri  " SIAPA AKU "


Aku tidak akan pernah ingat saat aku dilahirkan oleh ibu tercinta. Pasti betapa lemahnya diriku saat itu sehingga hanya bisa menangis dan akhirnya tertidur nyaman dengan belaian sang ibu dan nutrisi vitamin  yang telah dia suapkan pada mulutku. Aku pun tidak mampu menghitung waktu saat ajal kematian menjemputku.
Ketika masih dalam berbentuk air atau sel, ada yang bercerita kepadaku betapa banyaknya sel itu berebut untuk membentuk sebuah gumpalan darah dan menjadi daging.
Berapa banyak sel  yang membentuk jasad hidup yang aku diami ini ? Ada yang mengatakan sekitar 10.000.000.000.000 sel !!!  Berapa banyak sel yang bisa aku kuasai ? Nothing ! Satu sel pun tidak kuasa aku kendalikan untuk sekedar istirahat, melambat bekerja, atau diam sejenak.

Benarkah aku kuasa mutlak untuk mengatur segala hal pada diriku? Kelihatannya, iya.
1. menggerakkan tangan
2. mengedipkan mata
3. menendang bola
4. mengendalikan orang lain dengan perintah dan nasihat

               Sampai kapankah aku kuasa untuk melakukan itu semua ? Bagaimana bila sel-sel yang membangun jaringan dan organ tubuh ini mulai ngambek. Organ tubuh terasa lemah karenanya, bahkan untuk hanya sekedar mengedipkan mata ini kepada teman-temanku saja susah.

                Melihat luasnya alam semesta, dengan bertriliun-triliun materi yang demikian teratur berinteraksi dan membangunnya, setitik air  yang ada di sehelai  daun, segarnya udara yang aku hirup di pagi hari serta teriknya sang surya sehingga aku dan semua orang di dunia ini bisa menikmati kehidupan.
ketika saya bertanya siapa diri saya sebenarnya ,saya menemukan sebuah teori dari pengarang dari namanya ja jelas ia orang asing.. dalam teorinya dia mnyebutkan beberapa cara sebagai berikut             :
1. Apa yang saya tahu tentang diri saya ?
2. Apa yang tidak saya tahu tentang diri saya ?
3. Apa yang kamu tahu tentang diri saya ?
4. Apa yang tidak kamu tahu tentang diri saya?

Jika pertanyaan di atas belum juga bisa membantu menjawab  pertanyaaan siapa diri saya, hal itu wajar dan jangan berkecil hati, biarkan semua berjalan apa adanya, dan berusahalah untuk menjadi diri, jangan merasa lebih dari orang lain karena hal ini akan membuat diri menjadi sombong dan tinggi hati, Dan jangan lupa selalu  terima masukan dari orang sekitar walaupun hal ini sangat kecil sekalipun.Siapakah aku sebenarnya? Sebuah pertanyaan abadi. Pembahasan mengenai siapakah aku dan apa yang harus kulakukan dalam hidup ini mencakup pembahasan mengenai pengetahuan akan diri sendiri (self knowledge).

Bulent Rauf, konsultan untuk Beshara School, pernah menulis sebuah makalah singkat berjudul ”What is the most important point that must be understood by a person who wants to know?”

Beliau mengatakan, “It is that there is only One, Unique, Absolute, Infinite Existence. It must be more than an idea. One has to be so completely certain of it that one adopts it through reason and intuition as the basic, unshakeable fact of one’s existence.
When it is like that in one’s existence then every possible ramification that occurs to one is seen as not being outside The Existence, but as being an aspect of it.”

Dengan demikian, apabila kita “ingin tahu”, apabila kita ingin memiliki Pengetahuan hakiki, maka pertama-tama kita perlu meyakini bahwa hanya ada satu Keberadaan tunggal. Keyakinan ini harus diterima melalui akal dan intuisi.
Setelah itu, barulah kita menapaki hidup. Selama perjalanan, manusiawi bila kita senantiasa berusaha mempersiapkan berbagai rencana. Namun apakah perjalanan kita selalu sesuai dengan rencana, pikiran atau antisipasi kita?
Dalam keadaan seperti ini, pentingnya sikap kepasrahan total kepada Sang Pencipta. Kepasrahan dalam hal ini bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa. Kita tetap berupaya sekeras mungkin, namun memasrahkan hasilnya kepada Sang Maha Pencipta, dengan tetap menyadari bahwa apa pun yang terjadi tetap merupakan aspek dari suatu Kesatuan Tunggal.
Sikap kepasrahan ini hanya akan tercipta apabila didahului dengan kerendahan hati (humility). Perjalanan kita pun kemudian mengarah menjadi perjalanan untuk merendahkan hati kita secara total.

Kerendahan Hati

Kerendahan hati dapat dilatih antara lain dengan mensyukuri segala yang ada.
          Ada yang bertanya apa hubungan kerendahan hati dengan pengenalan diri ??.Sangat  Menarik untuk dibahas. Secara logika,sikap rendah hati atau kerendahan hati sangat penting, bukan hanya dalam pengenalan diri namun juga dalam proses belajar apa pun.
Jadi ingat, entah itu kapan , saya pernah membaca notes di Facebook teman saya, dan dia menuliskan sebuah hadits Nabi: “Jangan meremehkan sedikit pun tentang makruf (kebaikan), meskipun hanya menjumpai kawan dengan berwajah ceria (senyum)”. Saya rasa bila kita bisa bersikap seperti ini, kita akan menyadari betapa banyaknya karunia dan keajaiban yang telah Ia tunjukkan kepada kita.

        Kerendahan hati pun perlu disertai dengan keringanan kita dalam meminta maaf kepada orang (makhluk?) lain, bila kita melakukan kesalahan. Berlatih menempatkan diri tidak lebih tinggi dari orang lain dan mengakui diri kita apa adanya, sekali pun itu kesalahan yang kita lakukan.
Bagi saya sendiri, yang paling menarik adalah pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Pertanyaan-pertanyaan ini membuat saya merenung dan menyadari bahwa pertanyaan yang seakan diajukan oleh orang-orang lain itu merupakan pertanyaan saya juga.
Ada yang bertanya apa manfaat mengenal diri. Saya mengutip hadits Rasulullah yang mengatakan ”know thy self, know thy Lord.” Kenalilah diri sendiri, maka kau akan mengenal Tuhan. Amin. Dengan mengenali Tuhan, kita mengenali pula kehendak-Nya dan kehendak-Nya akan kita. Hidup pun menjadi tertuntun (langsung oleh-Nya) dan kita pun dapat memenuhi fungsi kita di muka bumi sebagai rahmat  bagi sekalian alam.
Jadi ingat puisi singkat seseorang yang saya lupa namanya dia  mengatakan
I have lived on the lip
Of insanity, wanting to know reasons
Knocking on a door. It opens
I’ve been knocking from the inside



Dengan berendah hati, kita mengakui bahwa kita belum tahu segalanya, masih ada pengetahuan yang kita tidak miliki dan dimiliki orang lain. Dengan berendah hati, kita bisa lebih jujur untuk menilik diri sendiri dan menyadari diri kita lebih baik.  Dengan berendah hati, kita secara otomatis membuka hati kita atas pengetahuan baru yang akan kita terima. Hanya hati yang merendah dan terbuka yang dapat menerima pelajaran akan Cinta yang Agung.
Menariknya lagi, ada teman yang bertanya apakah ada jawaban pasti dan permanen yang bisa ia bawa tentang dirinya ?. Namun saya rasa jawaban atau pengetahuan adalah hak prerogatif Tuhan. Bila Dia menginginkan, maka detik ini pun kita akan tahu. Tak ada manusia yang dapat memberikan jaminannya.
Namun kita perlu menyadari dan meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Baik ini senantiasa menebar petunjuk-petunjuk-Nya di sekitar kita dan di dalam diri kita setiap saat. Dia ingin kita mengenal diri-Nya lebih besar dari keinginan kita sendiri untuk mengenal-Nya. Sedemikian besar kecintaan Tuhan pada kita. MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMAN   NYA




1 komentar: